<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ari_Tekim_UNDIP</title>
	<atom:link href="http://ariadisasmita.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ariadisasmita.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jul 2010 17:19:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ariadisasmita.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ari_Tekim_UNDIP</title>
		<link>http://ariadisasmita.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ariadisasmita.wordpress.com/osd.xml" title="Ari_Tekim_UNDIP" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ariadisasmita.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>~Jika ku tak memilikimu&#8230;..~</title>
		<link>http://ariadisasmita.wordpress.com/2010/07/06/jika-ku-tak-memilikimu/</link>
		<comments>http://ariadisasmita.wordpress.com/2010/07/06/jika-ku-tak-memilikimu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 17:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariadisasmita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariadisasmita.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci. Tapi bagaimanapun, ia merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariadisasmita.wordpress.com&amp;blog=4105577&amp;post=27&amp;subd=ariadisasmita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=990059&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=409704239429&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=409704239429&amp;id=1611627230"><img class="alignleft" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs047.snc3/13456_1422095645021_1611627230_990059_890167_a.jpg" alt="" width="180" height="239" /></a></div>
</div>
<p>Salman  Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang  dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil  tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai  sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal  sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.</p>
<p>Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat  kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki  adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia  berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang  pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan  tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka  disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang  dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.</p>
<p>”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abu Darda’ mendengarnya.  Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa  cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru  tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi  bertaqwa.</p>
<p>”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang  Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah  memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang  utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai  beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili  saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud  Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.</p>
<p>”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua,  shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini  bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak  jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi  isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan  segala debar hati.</p>
<p>”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata  sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua  yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa  puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga  memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban  mengiyakan.”</p>
<p>Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah.  Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu  mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu  alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan  persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk  malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia  memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita  dengar ia bicara.</p>
<p>”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan  ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi  pernikahan kalian!”</p>
<p>Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki  apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih  kesadaran tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu,  kecewa, sedih, merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan  ’merasa dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri  yang salah, dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa  memiliki orang yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang  sebuah kesadaran yang kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak  mudah.</p>
<p>Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan.. Rasa memiliki  seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik nggendhong lali”.  Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba adalah belajar untuk  menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus mempertahankan  kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak seperti  seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh Allah  untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang  menjadi sulit ditepis.</p>
<p>Sumber: Salim A Fillah. Jalan Cinta Para Pejuang. 2008. Yogyakarta:  Pro-U Media.</p></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariadisasmita.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariadisasmita.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariadisasmita.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariadisasmita.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariadisasmita.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariadisasmita.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariadisasmita.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariadisasmita.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariadisasmita.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariadisasmita.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariadisasmita.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariadisasmita.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariadisasmita.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariadisasmita.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariadisasmita.wordpress.com&amp;blog=4105577&amp;post=27&amp;subd=ariadisasmita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariadisasmita.wordpress.com/2010/07/06/jika-ku-tak-memilikimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a1c75fa5b5d90ab9d0418957ee7741?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs047.snc3/13456_1422095645021_1611627230_990059_890167_a.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Istiqomah</title>
		<link>http://ariadisasmita.wordpress.com/2010/06/29/istiqomah/</link>
		<comments>http://ariadisasmita.wordpress.com/2010/06/29/istiqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 18:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariadisasmita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariadisasmita.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra; Sufyan bin Abdullah Atsaqafi r.a. berkata, Aku berkata, Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah, saya beriman kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim) Sebuah kata yg terdiri dari 9 huruf dalam bahasa indonesia, sedikit memang, mudah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariadisasmita.wordpress.com&amp;blog=4105577&amp;post=24&amp;subd=ariadisasmita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra; Sufyan bin Abdullah Atsaqafi r.a.  berkata, Aku berkata, Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam  satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun  selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah, saya beriman kemudian  istiqamahlah.” (HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Sebuah kata yg terdiri dari 9 huruf dalam bahasa indonesia, sedikit memang, mudah di ucapkan lagi dan gampang diinget coz banyak orang namanya ISTIQOMAH (temen q juga ada yg namanya istiqomah-red), so kita akan mudah banget mengingat kata itu. Tapi, benarkah kata ini benar-benar sebuah kata yg mudah???Sebuah pertanyaan dan pernyataan klasik yang sering kita dengar.</p>
<p style="text-align:left;">Sikap istiqomah ini perlu kembali kita selami lebih dalam, coz kata ini memang sangat dalam maknannya dan sangat besar efeknya apa lagi bagi kita-kita yg ngaku aktivis dakwah. Melihat fenomena saat ini saat kita sedang menuju mihwar daulah, utamanya fenomena para aktivis dakwah measakan bahwa beban dakwah dirasa semakin berat, fenomena itu adalah futur permanen(Saya lebih suka pake kata itu). Apakah benar karena akselerasi dakwah yang begitu cepat sehingga kita merasa tak mampu mengikutinya atau hanya  kita saja yang mencari-cari alasan untuk mundur dari dakwah dan memilih menjadi &#8220;Mantan Aktivis&#8221;??</p>
<p style="text-align:left;">Wahai ikhwah, saudara ku yang kucintai karena Allah, bahwa sesunggunya Allah tidak membebani hambanya melebihi kemampuannya dan sesungguhnya pada setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Sebuah khabar dari Allah yang akan selalu memotivasi kita untuk selalu istiqomah pada jalan-Nya dan tentunya Jannah-Nya lah yang menjadi imbalannya. Fenomena futur permanennya para aktivis dakwah memang banyak seba dan alasannya tapi kalau kita mengambil inti dari semua akar permasalahan itu adalah pada kekokohan pemahaman aqidah kita atau bisa dikatakan tentang keimanan kita yang perlu kembali kita koreksi. Maka kembali kita menilik pada ilmu-ilmu kita dan amalan-amalan yg merupakan implementasi dari ilmu-ilmu kita.</p>
<p style="text-align:left;">Kalau kita mencoba mengkaji dari hadist Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam yg dituliskan diawal atikel ini maka ada banyak hal yang akan kita fahami tentang kata &#8220;istiqomah&#8221; ini. Secara umum hadist ini berbicara dua kata yang saling berkaitan dan merupakan hal besar pada urusan dien ini yaitu <strong>Iman dan Istiqomah.</strong> Iman merupakan implementasi dari tauhid yang merupakan inti ajaran  Islam, sedangkan istiqamah merupakan implementasi dari pengamalan  aspek-aspek tauhid dalam kehidupan nyata. Dan kedua hal tersebut  terangkum dalam hadits singkat ini, melalui pertanyaan seorang sahabat  kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam.</p>
<p><strong>Makna Hadits<span id="more-24"></span></strong></p>
<p>Dari pertanyaan sahabat di atas, yaitu Sufyan bin Abdillah Al-Tsaqafi  r.a. tersirat bahwa iman dan istiqamah memiiki urgensitas yang tidak  dapat digantikan dengan nilai-nilai lainnya dalam kehidupan. Ini  terlihat dari pertanyaan beliau kepada rasulullah saw., ‘Wahai  Rasulullah, katakanlah padaku satu perkataan yang aku tidak perlu lagi  bertanya pada orang lain selain padamu.’ Kemudian rasulullah saw.  menjawabnya dengan dua hal yang terangkai menjadi satu: istiqamah dan  iman.</p>
<p>Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting dalam keislaman  seseorang. Karena Iman (sebagaimana digambarkan di atas) merupakan  pondasi keislaman seseorang bagaimanapun ia. Tanpa Iman semua amal  manusia akan hilang sia-sia. Sehingga tidak mungkin istiqamah tegak  tanpa adanya nilai-nilai keimanan. Penggambaran Rasulullah saw. dalam  hadits ini, seiring sejalan sekaligus menguatkan firman Allah swt. dalam  Al-Qur’an tentang istiqamah (QS. Fusshilat/ 41 : 30).</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’  kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat  akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa  takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan  (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”</p>
<p>Dari pekataan para sahabat dan ulama-ulama tentang sitiqomah serta dalil-dalil yg ada dapat kita ambil kesimpulan bahwa istiqomah adalah implementasi dari nilai-nilai keimanan kepada Allah secara konsisten  dalam kehidupan sehari-hari baik secara lahiriyah maupun bathiniyah.  Sehingga jika diimplemenatasikan dalam kehidupan dakwah kontemporer;  seorang kader yang istiqomah, ia akan tetap konsisten menekuni jalan  da’wah, apapun resiko dan konsekuensi yang harus dihadapinya. Karena kita tahu dan sudah mendapatkan ilmunya bahwa dakwah adalah bagian dari hal yg Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam perintahkan pada kita. Sehingga saat kita mulai menjauh dari jalan dakwah ini segera kita ber-istigfar dan meminta perlindungan dari Allah swt. Sebab kita semua tahu bahwa diri ini tetaplah manusia yang tak lepas dari dosa dan salah, sekali lagi bukan berarti saat kita istiqomah berarti jalan kita selalu lurus tanpa kesalahan. Hal ini seperti yg Allah firmankan :</p>
<p>QS. Fushilat/ 41 : 6 :</p>
<p>“Katakanlah: ‘Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu,  diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa,  maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun  kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang  mempersekutukan (Nya).”</p>
<p>Terlebih ketika mengarungi jalan dakwah yang penuh lubang dan duri,  serta masafah (baca ; jarak tempuh) yang seolah bagaikan lautan tiada  bertepi. Di sana banyak manusia-manusia yang beragam asal-usulnya,  berbeda latar belakangnya; baik dalam keilmuan, pengalaman, cara pandang  dan lain sebagainya. Tentulah hal ini memerlukan keistiqamahan dalam  mengarunginya. Karena benturan, perbedaan ataupun kesilapan diantara  sesama aktivis dakwah pasti terjadi.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam. bersabda, Dari Anas bin Malik ra, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda, “Semua anak cucu adam berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik  orang yang berbuat salah, adalah mereka-mereka yang bertaubat.”  (HR.Tirmidzi).</p>
<p>Mari kawan-kawan ku, ikhwah fillah, saya mengajak pada diri sendiri yang juga maasih banyak maksiat ini (astagfiullah, semoga Allah swt. mengampuni) dan saudara-saudara ku para aktivis dakwah untuk kembali mengingat Allah swt. pada setiap langkah kita. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita dan meneguhkan kita dalam jalan dakwah ini. Bagi saudaraku yg sedang merasakan ke-futur-an mari kita kembalikan semuanya pada Allah swt dan cobalah kembali pada barisan dakwah ini. Karena kita lihat bahwa jika ada banteng liar yg keluar dari kumpulannya maka ia akan dilirik oleh para pemangsa dan mudah untuk dijatuhkan walau ia sekuat apapun. Karena si Pemangsa tahu bagaimana cara menjatuhkannya.</p>
<p>sebelum mengakhiri atikel ini, ada beberapa solusi bagaimana ikhtiar kita bisa istiqomah.How??</p>
<ol>
<li> Mengikhlaskan niat semata-mata hanya mengharap Allah dan karena  Allah swt.</li>
<li>Bertahap dalam beramal. Dalam artian, ketika menjalankan suatu  ibadah, kita hendaknya memulai dari sesuatu yang kecil namun rutin.</li>
<li>Diperlukan adanya kesabaran.</li>
<li>Istiqamah tidak dapat direalisasikan melainkan dengan berpegang  teguh terhadap ajaran Allah swt. Allah berfirman (QS. 3 : 101)  :”Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah  dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu?  Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya  ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”</li>
<li>Istiqamah juga sangat terkait erat dengan tauhidullah.</li>
<li>Memahami  hikmah atau hakekat dari ibadah ataupun amalan yang kita lakukan  tersebut.</li>
<li> Istiqamah juga akan sangat terbantu dengan adanya amal jama’i.  Karena dengan kebersamaan dalam beramal islami, akan lebih membantu dan  mempermudah hal apapun yang akan kita lakukan. Jika kita salah, tentu  ada yang menegur. Jika kita lalai, tentu yang lain ada yang  mengnigatkan.</li>
<li>Memperbanyak membaca dan mengupas mengenai keistiqamahan para  salafuna shaleh dalam meniti jalan hidupnya, kendatipun berbagai cobaan  dan ujian yang sangat berat menimpa mereka.</li>
<li>Memperbanyak berdoa kepada Allah, agar kita semua dianugerahi  sifat istiqamah.</li>
</ol>
<p>Waullahu&#8217;alam,&#8230;.Semoga menjadi inspirasi dalam kita mempebaiki diri dan masyarakat ini dan tentunya dalam kita berproses untuk menuju Jannah-Nya. Begitulah tabi&#8217;at jalan dakwah ini, so KEEP SMILE!!!!</p>
<p>maraji&#8217; : Al-Qur&#8217;an</p>
<p>Artikel dakwatuna.com:&#8221;Istiqomah di Jalan Dakwah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariadisasmita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariadisasmita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariadisasmita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariadisasmita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariadisasmita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariadisasmita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariadisasmita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariadisasmita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariadisasmita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariadisasmita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariadisasmita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariadisasmita.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariadisasmita.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariadisasmita.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariadisasmita.wordpress.com&amp;blog=4105577&amp;post=24&amp;subd=ariadisasmita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariadisasmita.wordpress.com/2010/06/29/istiqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a1c75fa5b5d90ab9d0418957ee7741?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Assalamu&#8217;alaikum</title>
		<link>http://ariadisasmita.wordpress.com/2008/06/30/assalamualaikum-2/</link>
		<comments>http://ariadisasmita.wordpress.com/2008/06/30/assalamualaikum-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 14:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ariadisasmita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ariadisasmita.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di Blog saya yang baru aja di buat semoga nanti blog ini bisa bermanfaat bagi saya dan pengunjung maaf jka masih banyak kekurangan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariadisasmita.wordpress.com&amp;blog=4105577&amp;post=15&amp;subd=ariadisasmita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di Blog saya yang baru aja di buat</p>
<p>semoga nanti blog ini bisa bermanfaat bagi saya dan pengunjung</p>
<p>maaf jka masih banyak kekurangan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ariadisasmita.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ariadisasmita.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ariadisasmita.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ariadisasmita.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ariadisasmita.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ariadisasmita.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ariadisasmita.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ariadisasmita.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ariadisasmita.wordpress.com&amp;blog=4105577&amp;post=15&amp;subd=ariadisasmita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ariadisasmita.wordpress.com/2008/06/30/assalamualaikum-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c6a1c75fa5b5d90ab9d0418957ee7741?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
